Tampilkan postingan dengan label lesson study. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lesson study. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Lesson Study

LESSON STUDY

By : Dr. Marsigit, MA

Reviewed by : Rosalia Hera NS

Lesson study is an effort to improve the teacher ability in order to held the teaching learning process with research and reflection ways sistematicly in that teaching learning. The purpose of lesson study is to improve the teacher serve to the student needed in learning. The main of lesson study is there are a teamwork between teacher and the other teacher or lecture to observation, research and reflection the teaching learning process.

The steps in lesson study is divide into 4 steps. They are : preparation, doing, reflection and repair part one and reflection and repair part two. In the preparation steps, teacher should do together to prepare the lesson plan. Then in the main activity, one teacher do the teaching learning process and the other as the researcher. After that, the teachers and lecture discuss about the activity and arrange the strategy to solve the problem that appear. It’s call the reflection and repair. It’s repeatly until the goals done.

As we know that lesson study done in order to do the innovative education by repair the teaching learning process. There are some paradigm that relevant to it. They are student centered, contrustructivist, realistic mathematics and contextual teaching learning.

Another that lesson study can be reach the goal if the teacher is openly, has a high commitment, developing the infrasystem that support it and as a movement of all component. If its can be done the lesson study will be not happening and can’t reach the goal. Why? It’s because to held it, teacher must work harder and need to collaborate to the other component.

In order to implement the lesson study, the back bone of it is lesson plan. It’s because the lesson plan serve the student needed in learning, reflect the student activity, reflect the various interaction, reflect the various media, reflect the various method and figure the schema of reaching the competence, figure the development of evaluation, reflect the innovation, needs to always revised, as research aid, etc. Another that lesson plan is a communication aid. By that teacher can communicate what will they do in the teaching learning process.


Senin, 03 Oktober 2011

DEVELOPING TEACHER TRAINING TEXTBOOKS FOR LESSON STUDY IN INDONESIA

By : Dr. Marsigit

Reviewed by : Rosalia Hera NS

Pemerintah Indonesia senantiasa mengupayakan inovasi sistem pendidikan.di segala aspek. Dilakukan pula pengkolaborasian dengan beberapa kurikulum sejak tahun 2000 yang menghasilkan berbagai inovasi program pendidikan dimulai dengan mereview kembali undang-undang mengenai pendidikan formal kemudian mengimplementasikannnya kedalam berbagai aturan lainnya. Dalam rangka meningkatkan keprofesionalan guru pemerintah Indonesia mengupayakan melalui sertifikasi guru. Perubahan besar dalam presepsi pendidikan dikembangkan melalui pengembangan teori dan paradigma mengajar. Seluruh bagian dari pendidikan perlu untuk memahami pentingnya perubahan tersebut.

Di setiap tingkatan pendidikan selalu dimulai dengan pengenalan teori baru dan filosofi pendidikan. Kondisi ini memnunujkkan dua karakter utama yakni komitmen yang tinggi dari pemerintah untuk mengusahakan pendidikan yang berkualitas serta praktek pendidikan yang berkelanjutan dan meningkat. Hal ini berakibat pada kebutuhan pemfasilitasian praktek pendidikan dengan metode yang berbeda-beda dan sumber yang bervariasi pula. Dengan demikian dibutuhkan pula pengembangan dari buku pelajaran guna menunjang adanya lesson study.

Gerakan perkembangan dari kualitas, kemampuan dan sertifikasi guru dan personel pendidikan di Indonesia, meletakkan pengembangan keprofesionalan guru sebagai pilar utama. Seorang guru hendaknya telah menempuh pendidikan setidaknya strata satu, dosen setidaknya bergelar master atau Ph.D. Selain itu guru dan dosen harus tersertifikati atau bersertifikat. Guru atau dosen yang tersertifikasi akan mendapatkan tunjuangan yang lebih besar.

Tidak cukup dengan mengembangkan ke profesionalan pendidik. Penyediaan buku merupakan salah satu hal yang penting untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Program yang ideal tidaklah membebankan produksi buku sekala besar kepada satu atau beberapa institusi saja, akan tetapi sekolah juga dapat ikut serta memilih bukunya sendidri untuk digunanakan di sekolahnya. Meskipun harapan agar guru menyusun sendiri bukunya masih jauh, namun pengembangan kemampuan menulis dan menghasilkan buku yang baik dibutuhkan. Dengan membuat bukunya sendiri, diharapkan siswa yang kurang mampu dapat tetap memiliki buku pegangan.

Untuk melatih menulis buku yang baik dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini :

1. Dapatkan ide

Pikirkan tentang persiapan menulis buku untuk kelas 7. Buku tersebut haruslah sesuai dengan kurikulum oleh karena itu cek kembali standat kompetensi dan kompetensi dasar dari tiap-tiap materi. Kemudian pelajari dengan mendalam mengenai hal tersebut dan cari topik yang berkaitan.

2. Siapkan rencana tidak formal

Kumpulkan data-data penunjang materi yang akan disampaikan.

3. Cobalah untuk menulis pertamakali

Setelah membuat rancangannya, mulailah menulis dari bab pertama.

4. Tawarkan pada penerbit

Tawarkan buku yang sudah anada tulis kepada pnerbit yang kompeten. Penulis hendaknya menujukkan alasan mengapa buku mereka penting.

Usaha untuk mengembangkan buku pegangan matematika untuk SMP haruslah berfokus pada kriteria buku yang baik. Hidup terus berubah secara dinamis dari waktu ke waktu, gaya hidup dan kebutuhan manusia juga ikut berubah. Oleh karenanya untuk wkatu yang panjang tidak ada kriteria yang pas atau tepat untuk buku yang bagus. Akan tetapi kita dapat berpegang pada teori dan asumsi umum, berdiskusi dan bertukar pendapat dalam rangka menyediakan buku yang baik.

Dalam rangka mengembangkan buku matematika untuk anak SMP khususnya kita memerlukan gambaran yang jelas dalam merencanakan dan mengimplementasikan aktivitas dalam kelas. Aktivitas ini mencakup : pemecahan masalah, alasan dan pembuktian, komunikasi matematika, hubungan matematika, aturan dari teknologi dan ICt, pengembangan kemampuan dll.

Senin, 19 September 2011

PROMOTING LESSON STUDY AS ONE OF THE WAYS FOR MATHEMATICS TEACHERS PROFESSIONAL DEVELOPMENT IN INDONESIA

PROMOTING LESSON STUDY AS ONE OF THE WAYS FOR MATHEMATICS TEACHERS PROFESSIONAL DEVELOPMENT IN INDONESIA: The Reflection on Japanese Good Practice of Mathematics Teaching Through VTR

By : Marsigit

Reviwed by : Rosalia Hera NS

Melihat prlaksanaan pembelajaran matematika yang baik dengn conteks yang berbeda melalui VTR (perekam video) memiliki efek yang baik guna memotivasi guru untuk mengembangkan kemampuan mengajarnya. Merefleksikan VTR di jepang dalam praktek pembelajaran membuat guru berangapan bawasanya model ini baik untuk diterapkan di Indonesia.

VTR (Perekam Video) yang digunakan untuk memperbaiki perkembangan di pendidikan matematika, terutama dalam hal pengembangan lesson study memiliki banyak kentunagn antara lain : ringkasan yang pendek dari pelajaran dengan pembahasan masalah utama dalam pelajaran, komponen dan kegiatan utama dalam kelas, isu-isu yang dapat dibahas sekaligus direfleksikan dengan pengamatan guru melalui pelajaran (Isoda, M., 2006). Menurutnya, lesson study dibagi kedalam tiga bagian yaitu : perencanaan pembelajaran, observasi dan diskusi serta refleksi.

Lebih jauh lagi, ketika kita mengunakan VTR, kita sekaligus memulai dari observasi akantetapi VTR itu sendiri kehilangan beberapa dimensi, parameter dan konteks karena program tersebut dipersiapkan atau direkam dari prespektif perekam dan editornya. Dengan mengobservasi VTR, kita belajar dan menerapkannya di aktivitas selanjutnya. Guru di Indonesia dapat memperhatikan pembelajaran yang berbeda di negera yang berbeda (Jepang) melalui VTR.

Secara umum, kegiatan merefleksikan konteks Jepang dalam pembelajaran matematika melalui VTR dalam program pelatihan sangat bagus dan berguna untuk guru. Guru berangapan kegiatan tersebut perlu disosialisasikan ke daerah lainnya agar lebih banyak guru yang mempelajarinya. Selain itu guru berangapan, pelajaran dengan merefleksikan VTR adalah model yang baik yang dapat diimplementasikan di Indonesia. Meskipun begitu, hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah.

Guru melihat, bawasanya untuk mengimplementasikan model yang baik dalam pembelajaran matematika ini, didalamnya terdapat beberapa bagin antara lain : Rancangan rencana pembelajaran, lembar kerja siswa, kompetensi guru, modul untuk murid, fasilitas pendidikan dan perlengkapan, metode pembelajrn, lokai waktu, jumlah siswa dan biaya. Guru perlu mengembangkan kompetensinya. Dengan mengembangakan kompetensinya guru dapat mengembangkan RPP serta membuat lembar kerja siswa dengan baik.

Berdasarkan guru, mayoritas siswa belum siap atau belum dapat mempresentasikan ide mereka, dan butuh waktu untuk mebiasakannya. Banyak sekolah belum memiliki fasilitas yang mencukupi untuk mengembangkan media pembelajaran. Selain itu, kesulitan lain yang dihadapi adalah alokasi waktu. Beberapa guru berngapan bawasanya tidaklah mudah untuk menyeimbangkan antara pemngembangan kemampuan siswa dengan proses pembelajaran. Akan tetapi guru tetap harus memfasilitasi seluruh siswanya yang jumlahnya tidak sedikit tiap kelasnya. Banyak guru berharap pemerintah mendukung pengembangan kompetensinya sekaligus medukung pengembangan pembelajaran termasuk didalamnya dalam hal keuangan.