Kamis, 18 September 2014

SILATURAHMI PERTAMA

Refleksi Perkuliahan I Filsafat Ilmu
Oleh : Rosalia Hera Novita Sari
14709251005
Pendidikan Matematika D PPs UNY

Seperti halnya ketika kita akan memakan sesuatu, tentunya kita akan mencari tau terlebih dahulu apa yang akan kita makan, ada apa saja di dalam makanan tersebut serta bagaimana kira-kira rasanya. Begitu pula ketika kita akan mempelajari sesuatu. Tentunya akan dimulai dari gambaran umum mengenai apa yang akan kita pelajari, bagaimana komposisinya atau isi yang akan dipelajari serta apa saja yang akan kita peroleh dari mempelajarinya. Hal itu pula yang dilakukan pada perkuliahan pertama mata kuliah Filsafat Ilmu oleh Prof. Dr. Marsigit, MA. Perkuliahan perdana di semester perdana ini diawali dengan silaturahmi umum mengenai apa itu filsafat, bagian-bagiannya serta hal-hal pokok yang menyertainya.

Senin, 16 September 2013

METODE PROBLEM POSING

Problem posing adalah istilah dalam bahasa inggris yang terdiri dari dua kata dasar yakni “problem” yang dapat diartikan sebagai masalah, soal atau persoalan dan “pose” yang artinya mengajukan. Jadi secara harfiah problem posing  dapat diartikan sebagai pengajuan soal atau pengajuan masalah. Pengajuan soal atau pengajuan masalah ini dalam pembelajaran matematika dapat dipadankan dengan kata pembentukan soal.

Kamis, 05 September 2013

METODE GUIDED DISCOVERY

Guided discovery  atau penemuan terbimbing merupakan salah satu bagian dari metode penemuan (discovery). Prinsip dasar guided discovery secara garis besar sama dengan pembelajaran dengan metode discovery. Perbedaan antara kedua metode ini hanya terdapat pada banyaknya bimbingan dari guru.
Menurut Ruseffendi (1980 : 209), metode penemuan adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya tidak melalui pemberitahuan; sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri.

Rabu, 05 Desember 2012

PEMBELAJARAN MATERI PENENTUAN AKAR SUATU BILANGAN DENGAN CARA PEMFAKTORAN DI SMP (Sebuah Catatan PPL)

a.      Latar Belakang dan Alasan Pemilihan Masalah
Matematika seringkali diidentikkan dengan bilangan. Ketika kita berbicara matematika maka interpretasi masyakarakat umum adalah kita akan berbicara mengenai bilangan meskipun sebenarnya di dalamnya masih ada banyak pembahasan lainnya. Matematika dan bilangan menjadi sesuatu yang melekat erat.
Hal ini juga sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika di sekolah. Dalam materi bilangan di sekolah terbagi menjadi beberapa sub bab. Mulai dari  operasi bilangan bulat, bentuk pangkat, menentukan akar bilangan bulat, hingga mengenai barisan dan deret. Dalam makalah ini tidak dibahas secara keseluruhan mengenai bilangan akan tetapi hanyalah pada sub-bab menentukan akar bilangan.
Materi ini merupakan sub topic operasi hitung bilangan bulat yang merupakan KD pertama untuk kelas VII semester 1. Kompetesi dasar tersebut adalah melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan. KD ini terbagi kedalam dua topik yakni operai hitung bilangan bulat dan operasi hitung bilangan pecahan. Di dalam operasi bilangan bulat ini termuat materi akar bilangan bulat yang akan dibahas dalam makalah ini.

MENJADI MANUSIA SUPER PENEMBUS RUANG DAN WAKTU


Refleksi 4 Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika Prof. Marsigit
Oleh : Rosalia Hera NS (09301244003)

Menjadi penjelajah ruang dan waktu mungkin adalah sesuatu yang awalnya kita pikir hal yang mustahil. Cerita tentang penjelajahan ruang dan waktu ini nampaknya hanya kita saksikan dalam dongeng saja. Ia menjadi sebuah cerita fiktif dan menjadi angan-angan manusia saja. Ia menjadi sebuah potensi yang mungkin ada dalm kehidupan kita. Dalam angan kita, kita akan berangapan bahwasanya menembus uang dan waktu ini hanya dapat dilakukan oleh manusia super dengan teknologi super cangih pula yang samapai saat ini belum diketemukan oleh umat manusia. Padahal sebenar-benarnya kita telah menjadi penembus ruang dan waktu. Bahkan dari orang awam yang tidak tahu apa-apa, hingga batupun juga telah menembus ruang dan waktu.
Bagaimana hal ini bisa terjadi?

MITOS, dan BERFIKIR


Refleksi Perkuliahan Fisafat Pendidikan
Oleh : Rosalia Hera NS
P.Mat Bil’09/ 09301244003

Berfikir merupakan hal yang senantiasa berlangsung sepanjang hidup kita. Otak kita sebagai pusat dari sistem syaraf kita senantiasa berfikir untuk mengolah berbagai fenomena yang ada. Proses berfikir ini terjadi tidak hanya pada orang dewasa akan tetapi juga pada anak-anak bahkan yang baru saja lahir. Hal yang membedakan proses berfikir ini adalah kualitas dari proses yang dilakukan. Perbedaan inilah yang membedakan cara dan hasil pemikiran seseorang. Dengan seiring perkembangan psikologis seseorang diharapkan mampu untuk meningkatkan kualitas dari pemikiran seseorang.
Selain dari kualitas ini sebenarnya berfikir dapat dibedakan dengan seberapa jauh yang kita pikirkan, apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita memikirkannnya. Tentuya setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Saat kita berfikir kadang kita memikirkan sesuatu yang tidak kita ketahui dengan pasti. Yang demikian inilah yang disebut dengan mitos.
Mitos ini tentunya bukan sesuatu yang asing dalam kehidupan kita. Banyak mitos berkembang disekitar kita. Misalnya saja mitos yang ada di Yunani mengenai pelangi atau yang dekat dengan kita yakni mitos mengenai Nyi Rara Kidul. Mungkin pemikiran ini hal yang tidak dapat diterima akal pikiran kita jika hanya mengunakan panca indera kita tanpa mencoba mencari tau. Modern ini mitos-mitos tersebut diangap sebagai sesuatu yang salah padahal sebenarnya tidak semuanya dapat dipersalahkan. Mengapa demikian?

Selasa, 06 November 2012

Siapa Namamu?

Refleksi ke-3 mata kuliah Filsafat Pendidikan Matematika
Oleh : Rosalia Hera NS
09301244003
Pendidikan Matematika Bilingual 2009

Siapa namamu? Tentunya dengan yakin dan mantap kita akan menjawab dengan nama yang sesuai dengan identitas kita yakni nama yang telah diberikan oleh orang tua kita. Namun hal yang mengejutkan terjadi ketika kita berada di kelas filsafat. Jawaban kita bukanlah jawaban yang tepat. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan dalam pandangan filsafat kita senantiasa berubah. Kita satu detik yang lalu berbeda dengan kita saat ini. Oleh karena itu, nama yang kita miliki saat ini tidak mampu membedakan kita dari kita yang sebelumnya dengan kita saat ini padahal kita berbeda.